Tampilkan postingan dengan label Electricity. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Electricity. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Desember 2015

Fungsi bilangan Imajiner pada ilmu listrik & elektronika


      Apakah sebabnya ada bilangan imajiner pada ilmu listrik atau elektronika? Sebelum dibahas, terlebih dahulu lihat contoh soal bilangan kompleks polar menjadi rectangular Seperti di bawah ini :

5,6 ∟ 90° = ?

x (real) = r (cos φ) = 5,6×(cos 90) = 0

y (imaginer) = r (sin φ) = 5,6×(sin 90) = 5,6

5,6 ∟ 90° = 0 + j5,6 = j5,6.

      Pada baris terakhir ada angka 5,6 yang didahului oleh huruf j, huruf inilah yang disebut bilangan imajiner. Lalu mengapa ada bilangan imajiner? nah berikut ini jawabannya:

*Bagian riil dan imajiner
     Dalam matematika, jika diketahui bilangan kompleks z = x + iy (yang mana i adalah bilangan imajiner sedang x dan y adalah bilangan riil) maka x disebut bagian riil dan y disebut bagian imajiner dari z.

     Bagian riil dari bilangan kompleks z ditulis Re(z) atau ℜ(z) dan bagian imajiner ditulis Im(z) atau ℑ(z), ℜ dan ℑ adalah huruf kapital R dan I dalam huruf gothic. Penulisan

Senin, 13 April 2015

Kajian beban Listrik bolak-balik (Alternating current)

     Setiap beban yang terhubung dengan sumber listrik bolak balik maka beban tersebut akan selalu terdeteksi sebagai salah satu dari tipe di bawah ini :

1. Beban resistif
2. Beban induktif
3. Beban kapasitif

   Berbeda dengan sumber listrik arus searah yang selalu mendefinisikan bebannya hanya sebagai beban resistif

a. Sifat resistif
    yaitu sifat beban yang mendisipasikan energi listrik yang diterimanya menjadi energi panas.
       contoh : seterika, rice cooker, lampu pijar, dll.

b. Sifat induktif
    yaitu sifat beban yang mendisipasikan energi

Daya Aktif, Reaktif, & daya Nyata (Apparent)


     Arus yang dikonversikan sebagai kerja yang berguna bila dihubungkan tegangan supply merepresentasikan daya dalam watt yang sesungguhnya dan disebut daya aktif (W).

    Sedangkan yang lainnya digunakan untuk mencatu sirkuit magnetis pada beban-beban induktif yang di representasikan sebagai nilai watt yang tidak berguna atau pemborosan arus, contoh untuk membangkitkan flux magnetis pada elektromotor 3 phase dan ini disebut sebagai daya reaktif (VAR).

    Dari kombinasi kedua arus tersebut bila

Selasa, 07 April 2015

6 Cara membangkitkan beda potensial/tegangan listrik

Ada 6 cara untuk membangkitkan tegangan listrik atau di sebut juga membangkitkan beda potensial yaitu melalui :

1. Induksi  Elektromagnetik :  
      Suatu  penghantar  listrik  dikelilingi  medan  magnet  yang bergerak  akan  menghasilkan  suatu  tegangan  induksi  yang  melintasi  kedua  ujungnya, proses  ini  adalah  lawan  dari  efek  dimana  arus  yang melewati  sebuah  penghantar menghasilkan suatu medan magnet. 

- Contoh :  sumber  pembangkit  listrik  karena  adanya  induksi  magnetic  misal  Dinamo  dan generator prinsip  kerja  alat  ini  berdasarkan  kekuatan  magnetis dan induksi magnetis.  GGL yang  di bangkitkan  berdasarkan  induksi  magnetis  disebut  GGL  induksi  dan  sumbernya di sebut sumber aliran induktif.

- Pemakaian  :  semua  industri  kelistrikan  dibangkitkan  dengan  cara  tersebut  diatas, ini  juga  digunakan  untuk  menghasilkan  listrik  yang  disimpan  pada  baterai  mobil (Alternator)  dan  juga  lampu  sepeda  yang  disuplai  dari  sebuah  dynamo tegangan yang dihasilkan dibedakan menjadi  2  ; tegangan AC dan tegangan DC.


2. Proses  Kimia  :  
 Beberapa cairan kimia bereaksi menghasilkan tegangan memotong sambungan  elektroda yang ada dalam cairan. proses ini adalah kebalikan dari proses elektrolisa, sumber  pembangkit listrik  karena  adanya  reaksi kimia, misalnya batu baterai dan  aki.  selanjutnya  GGL  yang  dihasilkan  berdaarkan  reaksi  kimia  ini   disebut  GGl galvanis  dan sumbernya disebut sumber aliran galvanis.

- Pemakaian :  semua baterai mobil, baterai radio transistor (radio kering).


3.  Thermoelektronik  :           
        Jika  2  buah  logam  yang  berbeda,  masing-masing  tembaga  dan  sengdihubungkan menjadi  1 (seperti gambar) suatu tegangan akan dihasilkan pada kedua uung yang  lain,  bila  ujung  yang  disat ukan  dipanaskan.  alat  ini  dinamakan  sebuah thermocouple,  thermocouple  bekerja  berdasarkan  panas,  sedangkan  GGL  yang  di bangkitkan  disebut

Rabu, 18 Juli 2012

Metode Starting & Control Electro Motor Menggunakan Variable Speed Drive (VSD)

     
       Penggunaan variable speed drive banyak  diperlukan dalam industri yang banyak menggunakan Elektro motor sebagai penggerak dari beroperasinya dan proses produksi sebuah plant dalam Industri. Jika sebelumnya banyak dipergunakan system mekanik, kemudian beralih ke motor slip/ pengereman maka saat ini banyak menggunakan semikonduktor. Tidak seperti softstarter yang pada dasarnya mengolah level tegangan, inverter menggunakan frekuensi tegangan masuk untuk mengatur speed motor. Seperti diketahui, pada kondisi ideal (tanpa slip).

RPM = 120 . f        
                  P

Dimana:
RPM         : Speed Motor (RPM)
F               : Frekuensi (Hz)
P               : Kutup motor (pole)

    Jadi dengan memainkan perubahan frekuensi tegangan yang masuk pada motor, speed akan berubah. Karena itu inverter disebut juga Variable Frequency Drive.


Prinsip kerja inverter secara sedehana adalah :
  • Tegangan yang masuk dari jala jala 50 Hz dialirkan ke

Sabtu, 07 Juli 2012

Pembatasan Jumlah Start Stop pada Electro Motor

        Ketika motor distart, motor memerlukan arus start yang sangat tinggi, mungkin dapat mencapai beberapa kali atau lebih dari 5 kali. Arus tinggi menimbulkan panas dan thermal shock, sehingga jika ini dilakukan ber-kali2  dan tanpa ada jedah waktu, maka berakibat sangat buruk terhadap winding motor, overheating. Sehingga sangatlah perlu mendapat perhatian serius perihal start dan stop semua motor listrik agar kerusakan fatal dapat dihindari.

        Tabel No dibawah ini memberi gambaran jumlah start dan stop operasi motor yang ada korelasinya dengan putaran dan rated Hp. Banyak dokumen perawatan motor mencatat bahwa kerusakan motor kebanyakan diakibatkan oleh pembebanan yang terlalu berlebihan. Umur pendek: al hubung pendek (short circuit) disebabkan karena terlalu sering start dan stop. Kuncinya ialah harus lebih dimonitor jumlah start dan stop.

Tabel Starts vs Stops

A= maximum jumlah start / jam
B= minimum waktu istirahat dalam detik jedah start.

Artikel ini di ambil dari “Baker” dengan referensi NEMA.

Sebaiknya di setiap motor perlu di catat dalam manual atau histori atau standard operating procedure perlu ditulis al: max start dan min jedah waktu.

Minggu, 01 Januari 2012

Distributed Control System (DCS)


         DCS merupakan sistem kontrol yang mampu menghimpun (mengakuisisi) data dari lapangan dan memutuskan akan diapakan data tersebut, secara singkat DCS -> ambil/baca data + lakukan pengontrolan berdasar data tersebut. Data-data yang telah diakuisisi (diperoleh) dari lapangan bisa disimpan untuk rekaman atau keperluan-keperluan masa datang, atau digunakan dalam proses-proses saat itu juga, atau bisa juga, digabung dengan data-data dari bagian lain proses, untuk kontrol lajutan dari proses yang bersangkutan.

Terdiri dari apa saja DCS itu?


  • Operator Console
    Alat ini mirip monitor komputer. Digunakan untuk memberikan informasi umpan balik tentang apa yang sedang dikerjakan atau dilakukan dalam pabrik, selain itu juga bisa menampilkan perintah yang diberikan pada sistem kontrol. Melalui konsol ini juga, operator memberikan perintah pada instrumen-instrumen di lapangan. 
  • Engineering Station
    Ini adalah stasion2 untuk para teknisi yang digunakan untuk

Sabtu, 31 Desember 2011

Sistem Pendingin pada Transformator Daya

      Sistem pendingin diperlukan untuk mempertahankan keandalan dan meningkatan usia pakai pada trafo khususnya dalam hal ini adalah pada trafo daya.





Sistem pendingin trafo dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1.ONAN (Oil natural Air Natural)
            Sistem pendingin ini menggunakan sirkulasi minyak dan sirkulasi udara secara alamiah. sirkulasi minyak yang terjadi pada radiator disebabkan oleh perbedaan berat jenis antara minyak yang dingin dengan minyak yang panas.
2. ONAF (Air Natural Air Force) 
     Sistem pendingin ini menggunakan sirkulasi minyak secara alami sedangkan sirkulasi udaranya secara buatan yaitu menggunakan hembusan kipas angin yang digerakkan oleh motor listrik. pada umumnya operasi trafo dimulai dengan ONAN atau dengan ONAF tetapi hanya sebagian kipas angin yang berputar. apabila suhu trafo meningkat, maka kipas angin lainnya akan berputar secara bertahap.
3. OFAF (Oil Force Air Force)
    Pada sistem pendingin ini, sirkulasi minyak pada radiator digerakkan menggunakan kekuatan pompa, sedangkan sirkulasi udara menggunakan kipas angin
                

Sabtu, 12 November 2011

Jenis - Jenis Kabel

Beberapa Jenis - Jenis Kabel : 


1. Kabel NYA
        Kabel NYA berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, untuk instalasi luar/kabel udara. Kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru dan hitam. Kabel tipe ini umum dipergunakan di perumahan karena harganya yang relatif murah. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel udara) dan mudah digigit tikus.


2. Kabel NYM

            Kabel NYM memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel NYA (harganya lebih mahal dari NYA). Kabel ini dapat dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh ditanam.



3.Kabel NYAF 
                Kabel NYAF merupakan jenis kabel fleksibel dengan penghantar tembaga serabut berisolasi PVC. Digunakan untuk instalasi panel-panel yang memerlukan fleksibelitas yang tinggi. 


 
4. Kabel NYY
                  Kabel NYY memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna hitam), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYY dipergunakan untuk instalasi tertanam (kabel tanah), dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus.

5. Kabel NYFGBY
                       Kabel NYFGbY ini digunakan untuk

Selasa, 30 Agustus 2011

Dayaguna atau Efisiensi Pengubah Energi

chem-is-try.org
    Pengalaman menunjukkan bahwa pengubah energi tidak pernah dapat mengubah seluruh energi yang diterimanya menjadi energi bentuk lain yang diinginkan. jika energi yang diterima atau diubah itu banyaknya misalnya Q joule, maka energi bentuk lain diinginkan itu tidak pernah Q joule juga, meklainkan selalu kurang dari Q joule. kekurangannya berubah menjadi energi bentuk lain yang tidak diperlukan, biasanya menjadi kalor (panas). pada proses pengubahan energi selalu terjadi energi yang bentuknya tidak diinginkan.
    disini dapat dicontohkan secara sederhana yaitu bola lampu listrik. bola lampu dibuat untuk mengubah energi listrik menjadi cahaya. kita tentu mengetahui bahwa alat itu (lampu listrik) tidak dapat mengubah seluruh energi listrik yang diterimanya menjadi cahaya , hanya sebagian yang dapat diubah menjadi cahaya. bagian terbesar menjadi kalor yang sebenarnya tidak dinginkan. umpamakan daya bola lampu itu adalah 100 W.itu artinya lampu listrik itu menggunakan energi listrik sebesar 100 joule tiap detik. dari 100 joule energi yang digunakannya tiap detik itu mungkin hanya 30-40 joule saja yang dapat diubah menjadi cahaya. selebihnya menjadi kalor yang sebenarnya tidak diperlukan.
    contoh lain adalah mesin (motor) kendaraan bermotor. mesin kendiaraan bermotor dibuat untuk mengubah energi potensial kimia yang tersimpan didalam bahan bakar menjadi energi kinetik, yaitu energi kinetik kendaraan itu. kurang dari 50 % energi yang digunakan itu dapat dijadikan energi kinetik. selebihnya terbuang dalam bentuk kalor.
    keadaan ini dianggap sebagai hukum alam. tidak mungkin mengubah satu bentuk energi seluruhnya menjadi energi bentuk lain yang diinginkan. oleh karena itu diciptakan konsep

Kamis, 27 Januari 2011

Mengenal Teknologi LCD dan Plasma

TEKNOLOGI LCD
LCD yang merupakan kependekan dari liquid crystal display memberikan keuntungan berupa ukuran layar yang lebih besar ketimbang layar CRT. 
Selain itu, konsumsi energi juga lebih hemat ketimbang CRT. LCD terdiri dari beberapa macam lapisan penyusun. Lapisannya terdiri dari filter berwarna, dua keping gelas terpolarisasi, susunan matriks transistor film tipis, sebuah lapisan berisi molekul kristal cair, serta sebuah lapisan akhir berisi pencahayaan belakang berwarna putih terang. Ketika menghidupkan layar LCD, transistor akan mengatur tegangan pada lapisan molekul kristal cair yang terdiri dari tiga kelompok warna dasar (merah, hijau, dan biru). Molekul-molekul tersebut akan berputar dan melewatkan cahaya melalui lapisan gelas dan filter warna. Jadi, tampilan yang Anda saksikan adalah hasil kombinasi dari cahaya warna dari molekul-molekul cair tersebut.
 
Secara umum LCD memiliki keandalan teknis yang tidak berbeda jauh dari CRT, sehingga umur teknis LCD--menurut sejumlah beberapa produsen LCD-- mencapai 60.000 jam (sekitar 15 tahun penggunaan normal). Pada periode ini, LCD akan mulai mengalami peredupan warna akibat menurunnya kemampuan teknis komponen cahaya belakang (backlight) yang akan mulai digantikan oleh beberapa produsen dengan komponen high-intensity LED

Sabtu, 15 Januari 2011

Pengertian & klasifikasi Gardu Induk (Substation)

I. Klasifikasi dan Pengertian Gardu Induk
Gardu induk adalah suatu instalasi yang terdiri dari peralatan listrik yang merupakan pusat beban yang diambil dari saluran Transmisi yang secara spesifik berfungsi untuk:

1. Mentransformasi tenaga listrik dari tegangan tinggi ke tegangan tinggi
    lainnya atau dari tegangan tinggi ke tegangan menengah.
2. Pengukuran, pengawasan operasi serta pengaturan dari pengamanan dari
    sistem tenaga listrik.

    Pengaturan daya ke gardu-gardu induk lainnya melalui tegangan tinggi dan gardu-gardu induk distribusi melalui feeder tegangan menengah. Gardu induk dapat dibedakan atas tiga hal, yaitu (petunjuk pengoperasian pemeliharaan peralatan untuk instalasi gardu induk, 1995) :

1. Menurut tegangan
a. Gardu induk transmisi,
yaitu gardu induk yang mendapat daya dari saluran transmisi untuk kemudian   menyalurkannya ke daerah beban (industri, kota, dan sebagainya). Gardu induk transmisi yang ada di PLN adalah tegangan tinggi 150 KV dan tegangan tinggi 30 KV.

b. Gardu induk distribusi; 
yaitu gardu induk yang menerima tenaga dari gardu induk transmisi dengan menurunkan tegangannya melalui transformator tenaga menjadi tegangan menengah (20 KV, 12 KV atau 6 KV) untuk kemudian

Rabu, 05 Januari 2011

Load Sheeding System Sebagai Proteksi Pada Sistem Pembangkitan dan Penyaluran Energi Listrik

        Load Sheeding ialah suatu bentuk tindakan pelepasan beban yang terjadi secara otomatis ataupun manual untuk pengamanan operasi dari Unit-unit pembangkit dari kemungkinan terjadinya padam total (Black out). Pembangkitan tenaga listrik pada suatu sitem tenaga seringkali mendapat gangguan yang tidak dapat dihindari, misalnya dengan terjadinya pembebanan secara tiba-tiba karena ada beban melebihi kapasitas dibebannkan ke system atau dapat juga dengan terjadinya Trip satu unit pembangkit (Generator). 
 
       Apabila terjadi keadaan dimana berkurangnya daya pembangkit hanya berkisar 10% s.d 15 % maka penrunan frekuensi akan terjadi secara perlahan karena Governor pembangkit-pembangkit masih sempat bekerja dan daya cadangan panas yang ada (Spinning Reserve) sebesar 10% s.d 15 % dapat digunakan dengan merubahnya menjadi daya listrik. Tetapi apabila berkurang nya jumlah pembangkitan terlampau besar, maka turun nya frekuensi akan semakin cepat dan mencapai harga yang relatif rendah, hanya dalam waktu yang singkat. Governor dan cadangan daya panas yang ada tidak banyak membantu, untuk menjaga suatu sistem dari kegagalan atau kerusakan dan mengganggu operasi

Panel Distribusi pada Sistem Penyaluran Daya Listrik

  • Introduction     
      Panel Distribusi atau dapat juga disebut dengan PHB (Peralatan Hubung Bagi) pada dasarnya berperan untuk mendistribusikan beban kepanel-panel yang lebih kecil kapasitasnya. Bila dibahasa indonesiakan Panel Tegangan Menengah (PTM) atau juga disebut MVMDB (Medium Voltage Main distribution Board) dan kalau Untuk tegangan. Rendahnya disebut LVMDB (Low Voltage Main Distribution Board).

Panel Distribusi adalah panel berbentuk almari (cubicle), yang dapat dibedakan
sebagai:

Senin, 27 Desember 2010

Jenis-jenis Pengasutan (Starting) pada Motor AC 3 Fasa

        Semua mesin listrik dengan daya lebih besar dari 370 W/0.37 Kw harus disuplai melalui sebuah pengasut motor yang tepat. Hal ini disebabkan oleh pada motor-motor AC dengan daya besar atau diatas 500 W pada saat starting awal akan menarik arus yang cukup besar untuk membangkitkan torsi, (daya putar) awal pada motor, untuk itu diperlukan sebuah sistem pengasutan yang tepat untuk tujuan proteksi.
Beberapa jenis pengasut motor yang umum digunakan adalah:

1) Pengasut Langsung (Direct On Line)


    Rangkaian untuk pengasut langsung (DOL Direct On Line) akan memutus atau menghubungkan suplai utama ke motor secara langsung. Karena arus pengasutan motor dapat mencapai tujuh / delapan kali lebih besar dari arus kondisi normal, maka pengasut langsung ini hanya digunakan untuk motor-motor kecil dengan daya kurang dari 5 Kw.
 
Gambar 1. Direct On Line Starter

     Rangkaian pengasut langsung ini ditunjukkan oleh gambar. Jika tombol mulai (Start) ditekan maka arus akan mengalir dari fasa merah (R) melalui rangkaian kendali dan kumparan kontaktor ke fasa biru. Arus ini akanmengkatifkan kumparan kontaktor sehingga

Jumat, 17 Desember 2010

Tips untuk Merawat Baterai Ponsel / Handphone

     Merawat baterai ponsel/handphone sangatlah penting sebab fungsi baterai ibarat nyawa pada handphone. Kalau baterai drop akan susah juga, apalagi ponsel kita sering digunakan untuk berbisnis, bisa-bisa bisnis gagal hanya karena baterai ponsel ngedrop. Berikut ini adalah beberapa tips agar baterai ponsel kita tidak cepat habis dan selalu awet: 

1. Jika sedang mengecas baterei, sebaiknya ponsel dalam keadaan mati. Jika ponsel menyala akan terjadi  arus keluar masuk secara bergantian yang akibatnya akan merusak molekul dalam baterai.

2. Kurangi menerima atau menelepon di dalam mobil. Karena pada saat itu ponsel berusaha keras mencari sinyal dari BTS terdekat. Ketika kita bergerak menjauh dari BTS maka

Senin, 29 November 2010

SINKRONISASI PADA SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK

        Operasi paralel pusat-pusat tenaga listrik pada dasarnya merupakan perluasan bekerja paralel satugenerator dengan generator lain, dengan tambahan resistansi dan reaktansi saluran-saluran interkoneksi.proses menghubungkan paralel satu generator dengan generator lainnya dinamakan sinkronisasi, atau dapat juga dikatakan bahwa Sinkronisasi pada generator adalah memparalelkan kerja dua buah generator atau lebih untuk mendapatkan daya sebesar jumlah generator tersebut dengan syarat syarat yang telah ditentukan.

  • Syarat-syarat proses Sinkronisasi
Sinkronisasi atau menghubungkan paralel atau sejajar perlu dipenuhi tiga syarat untuk tegangan system-sistem yang akan diparalelkan yaitu:
1. Harus adanya amplitude Tegangan yang sama.
2. Frekuensi harus sama (mempunyai frekuensi yang sama).
3. Sefasa.
4. Mempunyai sudut phase yang sama.

  • Penjabaran dari keempat syarat tersebut adalah sebagai berikut:
1. Mempunyai tegangan kerja yang sama
    Dengan adanya tegangan kerja yang sama diharapkan pada saat diparaleldengan beban kosong power faktornya 1. Dengan power factor 1 berarti tegangan antara 2 generator persisi sama .jika 2 sumber tegangan itu berasal dari dua sumber yang sifatnya statis misal dari battery atau transformator

Rabu, 23 Juni 2010

TRANSFORMATOR (TRAFO)


Definisi             
          Transformator atau yg biasa disingkat dengan trafo merupakan peralatan listrik statis, yang digunakan untuk memindahkan daya dari satu rangkaian ke rangkaian yang lain, dengan mengubah tegangan,tanpa mengubah frekwensi.. Trafo terdiri dari dua kumparan konduktor yang saling berinduksi (mutual inductance). Kumparan ini terdiri dari lilitan konduktor berisolasi sehingga kedua kumparan tersebut terisolasi secara elektrik antara yang satu dengan yang lain. Ratio perubahan tegangan tergantung dari ratio perbandingan jumlah lilitan kedua kumparan itu. Kumparan yang menerima daya listrik disebut kumparan primer sementara kumparan yang terhubung ke beban disebut kumparan sekunder. Kedua kumparan tersebut dililitkan pada suatu inti yang terbuat dari laminasi lembaran baja, yang kemudian dimasukan ke dalam tangki yang berisi minyak trafo.
               Apabila kumparan primer dialiri arus listrik bolak-balik, maka akan timbul tluks magnetik bolak-balik sepanjang inti yang akan menginduktansi kumparan sekunder sehingga kumparan sekunder akan menghasilkan tegangan

Gambar 1 Konstruksi Dasar Trafo)

              Apabila trafo diasumsikan sebagai trafo ideal dimana tidak terjadi rugi-rugi daya pada trafo. maka daya pada kumparan primer (PI) sama dengan daya pada kumparan sekunder (P2). Besar tegangan dan arus pada kumparan sekunder diatur
menggunakan perbandingan banyaknya lilitan antara

Senin, 21 Juni 2010

LOAD SHARING (PEMBAGI BEBAN)

     Alat pembagi beban (Load Sharing) merupakan peralatan otomatis yang menyeragamkan operasi governor dalam menaikkan atau menurunkan power mesin atau daya generator  pembangkit listrik sesuai  dengan perubahan bebannya, dan sangat diperlukan bila memiliki lebih dari dua generator dengan karakteristik yang berbeda yang beroperasi secara paralel.
    Dengan alat pembagi beban generator, maka setiap generator mempunyai faktor penggunaan (beban maksimum dibagi kapasitas generator) yang sama dan kecil yang berarti bagus. Perubahan beban akibat pemasukan atau pengeluaran generator dari sistem paralel generator-generator akan dirasakan sama oleh setiap generator dalam sistem tersebut, tanpa overload atau overspeed. Alat pembagi beban generator hanya bisa diterapkan pada generator set-engine yang mempunyai governor dan bisa dikembangkan untuk sistem kontrol yang lebih lanjut seperti kontrol dengan distributed control system (DCS).
             Singkatnya Load Sharing merupakan suatu sistem dalam pengoperasian pembangkit yaitu pembagian beban secara bersama oleh beberapa generator atau lebih, adapun tujuan dari system load sharing ini adalah untuk menjaga kontinuitas (kelancaran) tenaga listrik dan sebagai proteksi untuk pengamanan dari generator itu sendiri apabila terjadi penurunan atau kenaikan beban. Atau dapat juga dikatakan Fungsi dari Load Sharing ini yaitu Agar Generator pada saat sinkron dapat mensupply beban dengan seimbang dengan generator lain maka masing masing generator dianjurkan untuk memiliki load sharing terutama untuk  sistem  automatic.

Prinsip Alat Pembagi Beban Generator (Load Sharing)